
Pemantauan tumbuh kembang anak merupakan fondasi penting dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Salah satu instrumen utama dalam pemantauan tersebut adalah SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) yang tertuang secara sistematis dalam Buku SDIDTK.
Dalam praktiknya, salah satu komponen krusial SDIDTK adalah skrining pemeriksaan perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Metode ini dirancang untuk membantu tenaga kesehatan, guru PAUD, dan orang tua mengenali perkembangan anak sejak dini, sekaligus mendeteksi adanya kemungkinan penyimpangan perkembangan.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif skrining perkembangan anak dengan KPSP berdasarkan Buku SDIDTK, mulai dari tujuan, jadwal pemeriksaan, alat yang digunakan, tata cara pelaksanaan, interpretasi hasil, hingga intervensi yang perlu dilakukan.
Pengertian SDIDTK dan Peran Buku SDIDTK
SDIDTK adalah rangkaian kegiatan terintegrasi yang meliputi stimulasi, deteksi dini, serta intervensi dini terhadap tumbuh kembang anak usia 0–72 bulan. Pelaksanaan SDIDTK bertujuan agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai tahap usianya.
Buku SDIDTK menjadi pedoman resmi bagi tenaga kesehatan dan pendidik dalam melaksanakan seluruh tahapan SDIDTK. Di dalamnya termuat panduan teknis pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, hingga tata laksana bila ditemukan penyimpangan.
Salah satu bagian penting dalam Buku SDIDTK adalah skrining perkembangan menggunakan KPSP, yang difokuskan pada aspek perkembangan anak secara menyeluruh.
Skrining Pemeriksaan Perkembangan Anak Menggunakan KPSP
Tujuan Pemeriksaan KPSP
Skrining perkembangan anak dengan KPSP bertujuan untuk:
-
Mengetahui apakah perkembangan anak sesuai tahap usia
-
Mendeteksi kemungkinan penyimpangan perkembangan sejak dini
-
Menentukan perlunya intervensi atau rujukan lanjutan
-
Mendukung optimalisasi stimulasi perkembangan anak
Dalam konteks SDIDTK, KPSP menjadi alat skrining awal yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan di berbagai tingkat pelayanan.
Pelaksana Skrining KPSP
Berdasarkan Buku SDIDTK, skrining KPSP dapat dilakukan oleh:
-
Tenaga kesehatan
-
Guru TK
-
Pendidik PAUD yang telah dilatih
Dengan demikian, pelaksanaan SDIDTK bersifat kolaboratif antara sektor kesehatan, pendidikan, dan keluarga.
Jadwal Pemeriksaan KPSP Sesuai Buku SDIDTK
Salah satu keunggulan KPSP adalah jadwal pemeriksaannya yang sistematis dan mudah diikuti. Jadwal skrining KPSP rutin adalah:
-
Setiap 3 bulan pada anak usia < 24 bulan
-
Setiap 6 bulan pada anak usia 24–72 bulan
Usia pemeriksaan meliputi:
3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, dan 72 bulan.
Apabila anak datang dengan keluhan tumbuh kembang, pemeriksaan KPSP dapat dilakukan di luar jadwal rutin dengan menyesuaikan usia skrining yang lebih muda dan mendekati waktu pemeriksaan.
Alat dan Instrumen KPSP dalam SDIDTK
Formulir KPSP
Instrumen utama KPSP adalah formulir KPSP sesuai kelompok umur, yang berisi:
-
9–10 pertanyaan perkembangan
-
Sasaran anak usia 0–72 bulan
Pertanyaan dirancang untuk menilai kemampuan perkembangan yang seharusnya telah dicapai anak pada usia tertentu.
Alat Bantu Pemeriksaan
Selain formulir, Buku SDIDTK juga merekomendasikan alat bantu sederhana, antara lain:
-
Pensil dan kertas
-
Bola (± sebesar bola tenis)
-
Kelereng
-
Kubus ukuran ± 2,5 cm (6 buah)
-
Kismis atau kacang tanah
-
Potongan biskuit kecil (0,5–1 cm)
Alat bantu ini digunakan untuk menilai kemampuan motorik, kognitif, dan koordinasi anak secara langsung.
Cara Menggunakan KPSP Sesuai Buku SDIDTK
Persiapan Pemeriksaan
Beberapa langkah penting sebelum skrining KPSP dilakukan:
-
Anak harus dibawa saat pemeriksaan
-
Tentukan usia anak secara tepat dengan menanyakan tanggal lahir
-
Umur anak dihitung dalam bulan penuh
-
Bila usia lebih dari 16 hari, dibulatkan ke bulan berikutnya
Contoh:
-
Usia 3 bulan 16 hari → dibulatkan menjadi 4 bulan
-
Usia 3 bulan 15 hari → tetap 3 bulan
Pelaksanaan Pemeriksaan KPSP
Langkah-langkah skrining KPSP:
-
Pilih formulir KPSP sesuai usia anak
-
Ajukan pertanyaan satu per satu secara berurutan
-
Setiap pertanyaan hanya memiliki satu jawaban: Ya atau Tidak
-
Pertanyaan terdiri dari:
-
Pertanyaan kepada orang tua/pengasuh
-
Perintah langsung kepada anak
-
-
Pastikan orang tua memahami pertanyaan yang diajukan
-
Catat semua jawaban pada formulir
-
Periksa kembali apakah seluruh pertanyaan telah terjawab
Pendekatan yang ramah dan tidak mengintimidasi sangat dianjurkan agar anak dan orang tua merasa nyaman.
Interpretasi Hasil KPSP dalam SDIDTK
Cara Menilai Hasil KPSP
Setelah pemeriksaan selesai, hitung jumlah jawaban “Ya”:
-
9–10 Ya → Perkembangan sesuai (S)
-
7–8 Ya → Perkembangan meragukan (M)
-
≤6 Ya → Penyimpangan perkembangan (P)
Jika jawaban “Tidak” muncul, perlu dirinci berdasarkan jenis keterlambatan:
-
Gerak kasar
-
Gerak halus
-
Bicara dan bahasa
-
Sosialisasi dan kemandirian
Intervensi Berdasarkan Hasil KPSP
Intervensi pada Perkembangan Sesuai (S)
Tindakan yang dianjurkan:
-
Berikan pujian kepada orang tua
-
Lanjutkan pola asuh dan stimulasi sesuai usia
-
Libatkan anak dalam kegiatan Posyandu, BKB, PAUD, atau TK
-
Lakukan skrining KPSP rutin sesuai jadwal SDIDTK
Intervensi pada Perkembangan Meragukan (M)
Langkah yang perlu dilakukan:
-
Tingkatkan frekuensi stimulasi perkembangan
-
Ajarkan orang tua cara stimulasi yang tepat
-
Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk menyingkirkan penyebab medis
-
Ulangi KPSP setelah 2 minggu
-
Bila hasil tetap meragukan, pertimbangkan rujukan
Intervensi pada Penyimpangan Perkembangan (P)
Jika ditemukan penyimpangan:
-
Segera rujuk ke rumah sakit atau layanan rujukan
-
Sertakan catatan jenis dan jumlah keterlambatan
-
Lanjutkan pemantauan dan pendampingan keluarga
Intervensi dini merupakan kunci utama keberhasilan SDIDTK dalam mencegah dampak jangka panjang.
Peran KPSP dalam Implementasi SDIDTK
Dalam kerangka SDIDTK, KPSP berfungsi sebagai:
-
Alat skrining awal perkembangan
-
Dasar pengambilan keputusan intervensi
-
Media edukasi orang tua
-
Penghubung layanan kesehatan dan pendidikan
Oleh karena itu, pemahaman terhadap KPSP berdasarkan Buku SDIDTK sangat penting bagi seluruh pelaksana.
FAQ Seputar SDIDTK dan KPSP
- Apa itu SDIDTK?
SDIDTK adalah program nasional untuk stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak usia 0–72 bulan. - Apa fungsi KPSP dalam Buku SDIDTK?
KPSP berfungsi sebagai alat skrining perkembangan untuk mendeteksi dini kemungkinan penyimpangan perkembangan anak. - Siapa yang boleh melakukan KPSP?
Tenaga kesehatan, guru TK, dan pendidik PAUD yang telah mendapatkan pelatihan. - Seberapa sering KPSP dilakukan?
Setiap 3 bulan untuk anak <24 bulan dan setiap 6 bulan untuk anak 24–72 bulan. - Apa yang harus dilakukan jika hasil KPSP meragukan?
Lakukan stimulasi intensif dan ulangi KPSP setelah 2 minggu sesuai panduan Buku SDIDTK.
Ringkasan Akhir
SDIDTK merupakan pendekatan komprehensif dalam memantau tumbuh kembang anak, dan Buku SDIDTK menjadi pedoman utama pelaksanaannya. Salah satu komponen terpentingnya adalah skrining perkembangan menggunakan KPSP, yang dirancang sederhana namun efektif untuk mendeteksi dini masalah perkembangan.
Dengan jadwal yang terstruktur, instrumen yang mudah digunakan, serta panduan intervensi yang jelas, KPSP membantu memastikan setiap anak mendapatkan stimulasi dan penanganan yang tepat sesuai kebutuhannya. Implementasi SDIDTK secara konsisten tidak hanya mendukung tumbuh kembang optimal anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Untuk mendapatkan wawasan kesehatan yang lebih lengkap dan mudah dipahami, kunjungi elevatetojoy.com.
Sumber: https://lensa.unisayogya.ac.id/pluginfile.php/303405/mod_resource/content/1/PEDOMAN%20SDIDTK.pdf


