Jarang Disadari, Mengunyah Lama Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan Tubuh


Pentingnya Cara Mengunyah Makanan

Kebiasaan makan cepat sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar, apalagi bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Padahal, mengunyah terlalu cepat bisa berdampak buruk pada kesehatan. Sebaliknya, kebiasaan mengunyah makanan dengan perlahan dan dalam waktu lebih lama justru memberikan banyak keuntungan bagi tubuh.

Mengunyah lama membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal karena makanan sudah dipecah dengan baik sebelum masuk ke lambung. Hal ini juga memengaruhi penyerapan nutrisi, metabolisme, hingga kesehatan mulut.

Manfaat Mengunyah Lebih Lama
1. Mengurangi Risiko Sindrom Metabolik

Penelitian menunjukkan bahwa mengunyah perlahan dapat menurunkan risiko sindrom metabolik hingga 400%. Sindrom metabolik sendiri merupakan kumpulan kondisi seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan kolesterol tidak normal.

Dengan mengunyah lebih lama, tubuh mendapat waktu cukup untuk memberi sinyal kenyang ke otak. Hal ini mencegah makan berlebihan yang menjadi salah satu penyebab sindrom metabolik.

2. Mencegah Diabetes

Selain sindrom metabolik, risiko diabetes juga dapat berkurang hingga 200% dengan kebiasaan mengunyah makanan lebih lama. Alasannya, mengunyah perlahan membantu mengatur lonjakan gula darah setelah makan. Makanan yang dicerna lebih lambat membuat glukosa dilepaskan ke aliran darah secara bertahap, sehingga kadar gula tetap stabil.

3. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Orang yang terbiasa makan cepat seringkali mengonsumsi lebih banyak kalori tanpa sadar. Sebaliknya, mengunyah lama membuat perut terasa kenyang lebih cepat. Dengan begitu, risiko kegemukan dan obesitas bisa ditekan.

4. Menjaga Kesehatan Rahang dan Gigi

Mengunyah yang baik juga memengaruhi bentuk rahang dan susunan gigi. Saat seseorang terbiasa makan makanan lembut yang tidak perlu banyak dikunyah, rahang akan berkembang lebih kecil. Akibatnya, gigi tumbuh menumpuk atau tidak rapi.

Sebaliknya, mengunyah makanan padat dan membutuhkan usaha lebih membantu rahang berkembang normal, sehingga gigi tumbuh lebih rapi dan sehat.

5. Melancarkan Pencernaan

Mengunyah lama berarti makanan sudah lebih halus sebelum masuk ke lambung. Proses ini mempermudah kerja enzim pencernaan dalam menguraikan makanan. Hasilnya, risiko gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit, dan sakit perut bisa dikurangi.

Kebiasaan Makan Cepat yang Harus Diwaspadai

Di era modern, makanan instan dan cepat saji semakin mendominasi. Mi instan, bubur, roti, hingga makanan lunak lain memang praktis, tetapi membuat orang jarang mengunyah. Kebiasaan ini jika berlangsung lama dapat mengubah struktur rahang, memperburuk kesehatan gigi, sekaligus meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu, makan terburu-buru membuat tubuh kesulitan mengirim sinyal kenyang ke otak. Akibatnya, porsi makanan jadi berlebihan tanpa disadari.

Berapa Kali Kunyahan yang Ideal?

Para ahli kesehatan menyarankan untuk mengunyah sekitar 30 kali untuk setiap satu sendok makan makanan. Jumlah ini cukup untuk memastikan makanan benar-benar halus sebelum ditelan.

Namun, dalam kondisi tertentu, seperti saat sakit, disarankan mengunyah lebih banyak, bisa mencapai 50 hingga 70 kali kunyahan. Hal ini bertujuan agar makanan lebih mudah dicerna tubuh yang sedang lemah.

Kesalahan Umum: Mengonsumsi Bubur Saat Sakit

Banyak orang memilih bubur saat sakit karena dianggap mudah ditelan. Padahal, bubur termasuk makanan yang tidak memerlukan banyak kunyahan. Kondisi ini justru membuat otot rahang semakin jarang digunakan dan proses pencernaan kurang optimal.

Sebaiknya, meskipun sedang sakit, pilihlah makanan yang tetap bisa dikunyah agar pencernaan mendapat manfaat penuh. Misalnya sayuran rebus yang lembut, buah yang matang, atau lauk yang mudah dicerna.

Cara Melatih Kebiasaan Mengunyah Lama

Mengubah kebiasaan makan cepat menjadi lebih perlahan memang tidak mudah. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Makan tanpa distraksi – hindari makan sambil menonton TV atau bermain gawai.
  2. Letakkan sendok di antara suapan – ini membantu memberi jeda agar kunyahan lebih lama.
  3. Nikmati rasa makanan – fokus pada rasa, aroma, dan tekstur makanan.
  4. Gunakan porsi kecil – memudahkan kontrol saat mengunyah.
  5. Minum air secukupnya – air membantu proses pencernaan, tapi jangan terlalu banyak saat makan agar kunyahan tetap maksimal.

Kesimpulan

Mengunyah lama bukan sekadar kebiasaan kecil, tetapi memiliki dampak besar bagi kesehatan. Dari mencegah obesitas, diabetes, hingga menjaga kesehatan gigi dan rahang, semua bisa didapat hanya dengan meluangkan waktu lebih lama saat makan.

Jadi, mulai sekarang jangan terburu-buru saat makan. Nikmati setiap suapan, kunyah lebih lama, dan rasakan manfaatnya bagi tubuh dalam jangka panjang.

 

Sumber: radarmalang.jawapos.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *